Seorang Mahasiswa Asal Kumpeh Ulu Yang Sedang Mabuk Miras,Terjatuh Di Jembatan Batanghari II.
- account_circle Ariawijaya
- calendar_month Sel, 30 Des 2025
- visibility 325
- comment 0 komentar

Portal Sabak News – Keheningan dini hari di Jembatan Batanghari II, Sejinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi berubah menjadi mencekam pada Selasa, 30 Desember 2025.
Seorang mahasiswa berinisial R (20) meregang nyawa setelah terjatuh dari pembatas jembatan dan terhempas ke lantai cor tiang penyangga dalam kondisi mabuk.
Laporan insiden ini diterima kanal Call Center Bahagia 112 dan layanan WhatsApp Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada pukul 01.48 WIB.
Hanya berselang 20 menit, tim penyelamat petugas Damkar Kota Jambi tiba di lokasi kejadian. Proses evakuasi pun berjalan dramatis.
Peristiwa bermula saat R bersama sejumlah rekannya menghabiskan malam di atas jembatan sembari menenggak minuman beralkohol.
Dalam kondisi pengaruh miras, korban nekat duduk di sisi luar pembatas jembatan, sebuah posisi yang sangat berisiko.
Tragedi terjadi ketika salah satu rekan korban mencoba membujuknya untuk pulang.
Menurut laporan kronologis dari Damkartan Kota Jambi, korban yang terkejut justru menepis tangan temannya tersebut.
”Korban dan teman-temannya dalam keadaan mabuk. Ketika salah satu temannya mencoba menyadarkan, korban tersentak dan menepis tangan temannya,” ujar Kadis Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi melalui keterangan tertulis yang diterima seloko.id, Selasa 30 Desember 2025.
Tepisan itu menjadi fatal. R kehilangan keseimbangan dan jatuh bebas dari ketinggian sekitar 25 meter.
Tubuhnya menghantam lantai cor tiang penyangga jembatan dengan keras. Benturan di bagian kepala dan lengan dilaporkan menjadi penyebab utama korban tewas seketika di lokasi kejadian.
Kondisi medan yang curam dan minim cahaya membuat proses evakuasi menjadi tantangan berat bagi Tim Rescue.
Mustari Affandi mengungkapkan, bahwa personelnya harus membangun sistem katrol di tengah kegelapan.
”Hambatan utama adalah akses yang sulit untuk pembuatan sistem penarikan. Posisi korban berada jauh di bawah dengan jalur tebing yang curam,” ujarnya.
Sebanyak 17 personel gabungan dari Pleton I Mako dan Posyankar Jambi Timur dikerahkan ke lokasi.
Dengan menggunakan tandu sekoci, tali karmantel, dan teknik webbing, tim bekerja secara presisi untuk mengangkat jenazah dari kedalaman tebing penyangga.
Setelah operasi intensif selama satu jam, jenazah R akhirnya berhasil dievakuasi petugas Damkar ke badan jembatan.
Setibanya di atas, tim medis dari PSC 119 segera melakukan pemeriksaan fisik. Namun, nyawa pemuda asal Desa Muaro Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi itu tidak dapat tertolong.
Usai dievakusi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans.
Operasi penyelamatan dinyatakan berakhir pada pukul 03.49 WIB. Insiden ini melibatkan koordinasi lintas sektoral antara Polsek Jambi Timur, PSC 119 dan Damkar Muaro Jambi.
Petugas Damkar masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya di area terlarang jembatan, terutama di bawah pengaruh minuman keras yang dapat menghilangkan kesadaran.
- Penulis: Ariawijaya

Saat ini belum ada komentar